Energy Conservation
| No | Nama Paket Pekerjaan | Nama Paket Pekerjaan | Kategori |
| 1 | The Survey on The Waste Management PPP Project in Indonesia | 1. Melakukan studi terkait peraturan, kebijakan, dan prosedur pelaksanaan proyek KPBU Waste to Energy di Indonesia; 2. Melakukan survey atas proyek KPBU Waste to Energy yang telah dan sedang berjalan di Indonesia serta lesson learn dari proyek tersebut; 3. Mengidentifikasi hambatan-hambatan dalam pelaksanaan proyek KPBU Waste to Energy di Indonesia dan strategi percepatannya; dan 4. Melakukan interview kepada pemangku kepentingan terkait. | MS |
| 2 | Sustainable Energy for Indonesia’s Advancing Resillience (SINAR) | Task 1: Pengembangan Studi Dasar (Baseline Study) 1. Mengevaluasi kondisi PJU yang ada saat ini: inventaris kualitas (baik atau rusak), teknologi yang digunakan (LED atau konvensional), dan aplikasi sistem pengukuran 2. Melakukan pemrriksaan konsumsi daya listrik dari PJU yang ada. 3. Mengidentifikasi lokasi-lokasi yang memerlukan pemasangan PJU (berdasarkan alasan yang rasional). Identifikasi ini harus mencakup detail spasial, seperti ruas jalan, atribut lainnya, dan lokasi pemasangan PJU. Identifikasi harus mencakup detail spasial, seperti jalan, ruas, atribut lainnya, dan titik PJU tambahan yang akan dipasang 4. Menentukan jumlah titik PJU yang akan dikembangkan dalam proposal Proyek PJU KPBU, termasuk jenis teknologi dan sistem pengukuran yang akan digunakan 5. Mengevaluasi potensi penghematan listrik dan biaya dari proposal tersebut. Memperkirakan kenaikan biaya listrik (dari PLN) dan kenaikan nilai belanja modal (capex) jika ada penambahan titik PJU titik PJU yang perlu dibangun 6. Mengevaluasi manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan Proyek PJU KPBU. 7. Membantu PJPK selama koordinasi, pertemuan, dan diskusi kelompok terarah (FGD) selama pengembangan Studi Baseline. Task 2: Pengembangan Studi Pendahuluan 8. Mengevaluasi kepatuhan yang ada dan dokumen yang tersedia (rencana induk proyek, studi kelayakan, dan detail engineering design) terhadap peraturan yang relevan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (Rencana Tata Ruang Wilayah, RTRW). 9. Melakukan survei permintaan nyata (RDS) untuk memahami secara akurat perkiraan kebutuhan, minat, dan keinginan pengguna, kemauan, kemampuan pembayaran, kinerja pembayaran, dan tingkat layanan yang diharapkan 10. Mengevaluasi analisis indikatif pengaturan kelembagaan dalam pelaksanaan Proyek PJU Proyek KPBU 11. Mengidentifikasi potensi risiko dan masalah lain yang dapat menyebabkan kegagalan proyek pada setiap tahap dan merekomendasikan rencana mitigasi untuk setiap risiko. 12. Membantu PJPK selama koordinasi pemangku kepentingan, konsultasi publik, pertemuan, dan FGD selama Pengembangan Studi Pendahuluan. Task 3: Pengembangan Outline Business Case (OBC) 13. Memberikan analisis terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku pada Proyek PJU KPBU, dengan fokus pada kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang disyaratkan atau berlaku. 14. Mengidentifikasi potensi risiko dan masalah lain pada setiap tahap yang dapat menyebabkan kegagalan proyek. Merekomendasikan rencana mitigasi untuk setiap risiko 15. Membantu PJPK selama koordinasi pemangku kepentingan, konsultasi publik, pertemuan, dan FGD selama pengembangan OBC. 16. Menyediakan peningkatan kapasitas bagi PJPK dan pemangku kepentingan daerah terkait dalam mengembangkan OBC Task 4: Pengembangan Final Business Case (FBC) 17. Menganalisis dan memperbarui peningkatan, kelayakan, dan kesesuaian PJU KPBU berdasarkan kondisi terkini. Analisis FBC yang telah direvisi harus mengikuti garis besar dan struktur isi OBC karena studi mereka serupa. 18. Mengusulkan rancangan peraturan daerah tentang pelaksanaan dan pembayaran Proyek PJU KPBU (sebagaimana yang dipersyaratkan oleh PJPK). 19. Mendukung dan membantu PJPK dalam melaksanakan penjajakan pasar dan konsultasi pasar sebelum memasuki tahap transaksi. Memasukkan hasil penjajakan pasar ke dalam dokumen FBC. 20. Menyediakan peningkatan kapasitas bagi PJPK dan pemangku kepentingan daerah terkait dalam mengembangkan FBC | IA |
| 3 | Jasa Konsultansi Studi Kebutuhan Waste to Energy (WTE) Bekapur dan Cirebon Raya | 1. Survei lapangan untuk pengumpulan data sekunder dan primer berkaitan dengan kebutuhan analisa volume sampah dan lokasi lahan WTE. Survey primer berupa tinjauan kepada lokasi TPA dan usulan lokasi proyek jika diperlukan; 3. Kajian kebutuhan WTE untuk memastikan volume sampah dan jenis teknologi untuk lokasi WTE Bekarpur dan Cirebon Raya; 4. Kajian tata ruang untuk memastikan lokasi WTE sesuai dengan tata ruang; 5. Melakukan penapisan kebutuhan AMDAL atas lokasi dan lingkungan sekitar proyek; Kajian Finansial mencakup proyeksi finansial, financial modelling dan analisa kelayakan investasi yang meliputi: 6. Kajian dan masukan atas kewajaran kebutuhan modal, struktur biaya, struktur permodalan yang optimal dan estimasi biaya modal; 7. Proyeksi finansial, antara lain berupa proyeksi arus kas proyek, berdasarkan output proyeksi revenue pengolahan sampah dan data-data teknik, operasi, struktur biaya, kebutuhan CAPEX (Capital Expenditure), dan modal kerja; 8. Kajian sensitivitas atas perubahan tipping fee, CAPEX, dan OPEX; iv.Kalkulasi kelayakan investasi dan pemberian opini independen atas kelayakan investasi berdasarkan kriteria tertentu (NPV, IRR, PBP dan lain-lain); 9. Kajian bentuk kerjasama dalam penyediaan WTE di Jawa Barat; 10. Identifikasi risiko utama proyek yang timbul dan alternatif mitigasi; dan 11. Memberikan Kesimpulan dan rekomendasi tindak lanjut. | IA MS |
| 4 | Survey on Indonesia PPP Waste to Energy Project | 1. Melakukan studi terkait peraturan, kebijakan, dan prosedur pelaksanaan proyek KPBU Waste to Energy di Indonesia; 2. Melakukan survey atas proyek KPBU Waste to Energy yang telah dan sedang berjalan di Indonesia serta lesson learn dari proyek tersebut; 3. Mengidentifikasi hambatan-hambatan dalam pelaksanaan proyek KPBU Waste to Energy di Indonesia dan strategi percepatannya; dan 4. Melakukan interview kepada pemangku kepentingan terkait. | MS |
